Laman

Tampilkan postingan dengan label Nasehat Andra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat Andra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Februari 2015

What is Andra saying about VALENTINE?

Selamat Pagi... :)

Sabtu pagi yang cukup cerah ya untuk mengawali hari... Dengan secercah senyuman yang membuat nyaman hati... Apalagi sembari menikmati secangkir kopi bertemankan beberapa potong kue bolu yang dibuat sendiri...
Intinya... HIDUP INI INDAH... :D JADI JANGANLAH DIBAWA UNTUK BERSEDIH HATI...

Nah nah... Sudah cukup lama  ya semenjak Andra memposting tulisan-tulisan yang nggak berat namun berbobot dikit lah...
Kali ini, Andra ingin mencoba mengangkat sebuah tema yang lagi booming yaitu VALENTINE...

Hmmm, teman-teman semua pasti setidaknya pernah mendengarnya bukan? Valentine, kalo orang-orang bilang sih merupakan hari yang paling ditunggu tiap Bulan Februari. Yang identik dengan saling memberi coklat, kasih sayang, dan masih banyak lagi yang mungkin bisa teman-teman tambahkan sendiri. Nah, bagi remaja-remaja Indonesia dan kaula dewasa yang sudah mempunyai pasangan pastilah akan memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan kasih sayang terhadap pasangannya. Pokoknya, Valentine sesuatu banget dah di sini ---> [nunjuk dada].

Tapi....
Di sinilah seringkali timbul kontroversi. Apakah boleh merayakan valentine bagi umat Islam?
Jawabannya, dengan tegas jelas Andra mengatakan tidak. Sebab, hal ini tidak pernah diajari oleh nabi-nabi kita termasuk Rasulullah SAW. Semua ini mengacu pada Al-Qur'an yaitu surah Al-Isra ayat 36 yang initinya dengan tegas melarang kita umat Islam mengikuti hal apa pun yang kita tidak mempunyai pengetahuan mengenainya, sebab nantinya semuanya akan dimintai pertanggung jawabannya.

Nah, sekarang kembali ke topik. Valentine, apakah teman-teman sudah mempunyai pengetahuan mengenai hal ini? Apakah sudah mendapat kejelasan dari orang-orang yang lebih paham ilmu Agama?
So, kalau teman - teman belum tau silahkan ketik di kotak pencarian Google. Akan banyak hal yang keluar mengenai hal ini, termasuk pengertian serta sejarah dari Valentine itu sendiri.
Namun, sejauh yang Andra ketahui. Tidak ada satupun yang hal-hal yang mengenai Valentine itu menyangkut dalam Islam. Salah satunya ini nih ---> Klik Di Sini

Jadi, jelaskan? Harus tau dulu itu apa, baru bertindak. Selanjutnya bisa disimpulkan sendiri menurut teman-teman yaa...
Ini baru dikaitkan dengan satu ayat saja dari Al-Qur'an, masih banyak ayat-ayat lainnya.

Sebenarnya, terlepas dari itu semua. Manusia masih bisa hidup tanpa mengurus hal-hal yang seperti ini. Kalo Andra sih cuek bebek aja, sebab hal ini tidaklah menguntungkanku ataupun merugikanku.

Tapi, ada satu catatan penting yang perlu diingat. Kan sedang marak banget ya mengenai "Say No to Valentine" atau apalah itu namanya. Sebaiknya, hal seperti ini, dibuat di forum yang agak tertutup. Jangan dibuka di sosial media, sebab dapat merusak hubungan antar umat beragama. Jangan lupa, yang menggunakan sosial media itu bukan hanya orang beragama Islam, tapi ada juga yang Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dll. Jadi, jangan sampai karena hal seperti ini, kita merusak pertemanan kita. Berdebat panjang lebar sampe urat leher keluar kan tidak baik.
Mungkin hal itu yang perlu dicermati.

Yah mungkin hanya ini yang bisa Andra tulis, semoga dapat menambah wawasan teman-teman semuanya.
Eitts, sebaiknya teman-teman mempelajari lebih jauh lagi ya biar lebih paham mengenai hal ini.

Selamat Pagi... :D Semoga pagi kalian menyenangkan.



Minggu, 25 Januari 2015

Menghitung Hari Menuju UN 2015

Selamat pagi semuanya... :)


Andra akhirnya bisa menulis lagi, setelah sekian lama berkutat dengan sesuatu yang lain... :v
Oke, dalam rangka tulisan perdana di Bulan Januari ini... Yah, meskipun sudah mau di akhir Januari tetapi tidak apa-apa lah ya... :v Dari pada tidak sama sekali...

Oh iya, hari ini Hari Minggu ya? Heheh sampai lupa... Bagaimana weekend teman-teman semuanya? Seru? Happy-happy? Beres-beres Rumah? Atau untuk anak kos lagi bersemedi di kasur dengan riangnya a.k.a tidur cantik? Apapun kegiatan kalian, semoga saja kalian senang melakukannnya... :)

Tetapi, untuk anak SMA terutama kelas XII, sudah hampir tidak bisa bersantai-santai lagi ya? Karena UN 2015 segera datang... :o Momok yang sangat menakutkan kata sebagian dari anak-anak SMA ini... Padahal sebenarnya, hal ini tidak akan menjadi menakutkan apabila teman-teman belajar dengan rajin, giat, dan tekun... :) Memang, ada rasa malas yang menghampiri... Namun, tidakkah teman-teman sadar? Malas, tidak akan pernah membuahkan hasil... Mending teman-teman belajar saja... Oke?


Nih, ada tanggapan lagi... "Kan bosan Mas, kalo belajar terus... Kita udah belajar sekitar 12 tahunan... :/ Kan capek juga tuh.... Gimana dong Mas?". Weleh-weleh Mas Andra juga pernah merasakannya juga seperti yag teman-teman rasakan sekarang... Rasa jenuh, capek, bosan dan lainnya. Namun, kita harus menepis semua rasa-rasa tersebut. Sebab nantinya, di masa yang akan datang teman-teman akan merindukan kembali masa-masa perjuang seperti yang teman-teman rasakan. So, agar kenangan ini menjadi kenangan yang manis dan berharha, maka teman-teman harus berjuang semaksimal mungkin ya....



Kabar mengenai bahwa UN 2015 merupakan bukan sebagai penentu kelulusan juga jangan sampai menyurutkan semangat teman-teman untuk berusaha ya... Meskipun demikian, tetapi UN 2015 masih menjadi poin penentu dalam SNMPTN 2015... :D
Jadi, intinya teman-teman semua harus belajar yang rajin ya... :) Disamping itu, teman-teman juga harus banyak berdo'a kepada Tuhan... Agar diperlancar segala urusannya... Aammiinn.... :D

MENGHITUNG HARI MENUJU UN 2015, MENAPAK ANAK TANGGA PERTAMA UNTUK MENUJU MASA DEPAN CERAH...!!
SEMANGAT!!! GANBATTE... ^_^


Kamis, 21 Agustus 2014

Hindarilah Pacaran

Assalamu'alaykum Warohmatullahiwabarokatuh...

Selamat Malam semuanya...
Andra kembali lagi nih, pada malam yang indah ini dengan bertemankan bintang-bintang gemerlap yang menghiasi sunyinya waktu setelah senja ini... Semakin mendekati dini hari, semakin bertambah senyap suasana ini dan hanya diiringi suara jangkrik yang sedang bernyanyi dan menari hari bagai orkestra malam hari yang cukup indah untuk dinikmati, sebuah simfoni yang dapat menyejukkan hati...

Nah, sebelum Andra melunasi janji beberapa hari yang lalu... Andra mau berbagi sedikit nih, mengenai pacaran... Jujur semenjak mengalami sendiri berpacaran dengan beberapa orang, suasana hati mungkin sedikit menjadi lebih bahagia... Seakan hari-hari yang tengah kita jalani pada kehidupan ini adalah sungguh sempurna... Bagai dunia ini hanya milik berdua semata...

Namun, semua kesenangan itu hanya bersifat sementara... Pacaran perlahan membawa dampak negatif yang mungkin untuk sebagian orang susah untuk dihindari... Dampak negatif ini memengaruhi jiwa dan kepribadian orang yang sedang mengalami proses pacaran ini... Misal : "Suka galau karena dia" hal seperti ini merupakan hal negatif yang seharusnya tidak terjadi. Karena, siapakah dia yang bisa membuat kamu galau. Dia bukan siapa-siapa kamu, dia hanya orang yang kebetulan bertemu kamu dan sekedar ingin mencoba merasakan bagaimana sih rasanya berpacaran itu, namun tidak semua orang seperti itu mungkin hanya sebagian saja.
Tetapi tetap saja, hal tersebut memengaruhi diri kita. Kita yang seharusnya produktif, berkarya, dan berinovasi dengan kreatifitas yang kita miliki, malah menjadi seperti demikian. Sungguh sangat disayangkan, hidup kalian menjadi kurang berguna hanya untuk hal seperti itu.
Contoh kasus di atas mungkin tidak terjadi pada setiap orang... Bahkan mungkin hanya segelintir saja...
Walaupun demikian, sebaiknya kita itu menjauhi pacaran. Kalau dilihat, bukankah gaya pacaran sekarang seperti orang yang sudah menikah saja. Kemana-mana berdua, makan berdua, pegang-pegangan dan lain sebagainya.
Tetapi taukah teman-teman semuanya, bahwa semua hal tersebut mendekati zina. Padahal kita disuruh jangan mendekati Zina. Mendekatinya aja dilarang, apalagi melakukannya benar-benar.

Oleh karena itu, karena Alhamdulillah Andra Insya Allah sudah sadar mengenai hal tersebut... Andra ingin teman-teman untuk menjauhinya... Semua itu untuk kebaikan diri kita sendiri, bahkan untuk kebaikan orang lain pula..
Mungkin, nantinya ada teman-teman yang kurang setuju atau bahkan tidak setuju mengenai tulisan ini...
Andra mohon maaf, karena Andra hanyalah manusia biasa yang tidak terlepas dari dosa, dan seringkali melakukan kesalahan...
Semoga tulisan ini dapat membuka mata hati kita semua... Aammiinn...

Wassalamu'alaykum Warohmatullahiwabarokatuh...

Minggu, 03 Agustus 2014

Wanita : Lima Belas Dosa di Kepala Wanita

Assalamu'alaykum... Selamat malam teman-teman semua... Malam ini Andra tadi sebenarnya lagi mau cari-cari materi buat bahan nulis berikutnya mumpung lagi gak sibuk hihihi... Nah, nggak sengajak Andra menemukan artikel yang cukup menarik ini... Hasil salinan dari blogger sebelah dan dari salah satu facebook hamba Allah SWT... Andra kasih beberapa gambar dikit, soalnya di tulisan aslinya nggak ada.. :( 
Semoga dapat memberikan manfaat untuk kita... Aammiinn...

CAUTION! CEWEK, WAJIB BACA!

dosa kepala copy

1. Tidak berhijab 

(menutup aurat).Allah berfirman, yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).
Allah Ta’ala juga berfirman, yang artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 24).
2. Menyambung rambut / memakai konde.
Dari Asma’ binti Abi Bakr, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung” (HR Bukhari no 5591 dan Muslim no 2122).

3. Mewarnai / menyemir rambut dengan warna hitam.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).

4. Mencabut uban.
Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih).


5. Memakai bulu mata palsu.
Fatwa: “…Menurut hemat saya, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata pun tidak boleh. Juga tidak boleh memasang bulu mata palsu karena alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Selayaknya seorang wanita muslimah menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah…” (Disampaikan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman al-Jibrin. Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini jilid 3, hal.80-81 cet, Darul Haq, Jakarta.)

6. Bertabarruj.
Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya: “Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” [al-Ahzaab:33].




7. Merenggangkan / mengikir gigi.
Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).
Dari ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR. Bukhari 4886).
8. Membuat tatto.
Lihat point ke-7.




9. Memakai jilbab gaul / tidak memenuhi syarat hijab.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Ada dua golongan penghuni 
Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2128) dan Ahmad (no. 8673).

10. Memakai rambut palsu.
Memakai wig/rambut palsu hukumnya haram, karena termasuk al-washl yaitu menyambung rambut yang diharamkan. (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah). Seandainya tidak dianggap al-washl, maka wig itu menampakkan rambut si wanita lebih panjang daripada yang sebenarnya sehingga menyerupai al-washl. Padahal wanita yang melakukannya dilaknat sebagaimana disebutkan oleh hadits: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambungkan rambutnya.” (HR. al-Bukhari no. 5941, 5926 dan Muslim no. 5530). (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah).
Perbuatan al-washl ini diharamkan, sama saja apakah si wanita melakukannya dengan izin suami atau tidak, karena perbuatan haram tidak terkait dengan izin dan ridha.
11. Mencukur rambut menyerupai laki-laki atau wanita kafir.
a. Potongan yang menyerupai potongan laki-laki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” (H.r. Bukhari)
b. Potongan yang menyerupai potongan khas wanita kafir, maka hukumnya juga haram, karena tidak boleh menyerupai orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (H.r. Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani)
(Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=ulgi9xGoDuQ. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Deman Pembina Konsultasi Syariah)
12. Mencukur / mencabut bulu alis.
Lihat point ke-7.

13. Memakai lensa kontak berwarna untuk tabarruj.
Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata: “…lensa kontak berwana untuk perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk berhias bagi suaminya maka tidak mengapa. Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya tidak menimbulkan fitnah. Dipersyaratkan juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan alergi pada mata, pent) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur menyia-nyiakan harta (israaf) karena Allah melarangnya.” [Sumber:http://islamqa.info/ar/ref/926]


14. Operasi plastik untuk kecantikan.
Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya, “Bagaimana hukum melaksanakan operasi kecantikan dan hukum mempelajari ilmu kecantikan?”
Jawaban beliau,”Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam. Pertama, operasi kecantikan untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh dilakukan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam per
nah memberikan izin kepada seorang lelaki–yang terpotong hidungnya dalam peperangan–untuk membuat hidung palsu dari emas. Kedua, operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan, karena dalam sebuah hadis (disebutkan), ‘Rasulullah melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan orang yang minta dibuatkan tato.’ (H.R. Bukhari). (Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hlm. 478–479). Sumber: Majalah As-Sunnah, edisi 5, tahun IX, 1426 H/2005 M.
15. Memakai kawat gigi untuk kecantikan / tabarruj.
Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya, “Apa hukumnya memperbaiki gigi?” Syaikh menjawab, “Memperbaiki gigi ini dibagi menjadi dua kategori:
Pertama, jika tujuannya supaya bertambah cantik atu indah, maka ini hukumnya haram. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar terlihat lebih indah yang merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita membutuhkan hal yang demikian untuk estetika (keindahan), dengan demikian seorang laki-laki lebih layak dilarang daripada wanita.
Kedua, jika seseorang memperbaikinya karena ada cacat, tidak mengapa ia melakukannya. Sebagian orang ada suatu cacat pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain. Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini dimaklumi untuk membenarkannya. Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat bukan termasuk menambah kecantikan. Dasar argumentasinya (dalil), Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang laki-laki yang hidungnya terpotong agar menggantinya dengan hidung palsu dari emas, yang demikian ini termasuk menghilangkan cacat bukan dimaksudkan untuk mempercantik diri.” Allahu a’lam. (Dijawab oleh Tim Redaksi Konsultasi Syariah).
Oleh Abu Fahd Negara Tauhid.
Sumber :

http://gizanherbal.wordpress.com/2013/05/25/15-dosa-di-kepala-wanita/