Laman

Sabtu, 31 Mei 2014

Ayo Perbanyak Puasa di Bulan Sya'ban

Selamat Pagi Semuanya... :D
Hari yang cerah untuk menulis lagi dalam rangka mengawali hari ini dimulai dari pagi yang sunyi di mana hawa sejuk berhembus di sana sini, memeluk sukma dan menyejukkan pribadi yang sedang dilanda kegalauan hati... :)
Eh, ini bukan berarti Andra sedang galau ya... Sama sekali tidak! Dalam kamus besar Andra tidak ada kata yang namanya galau dan merujuk kepada galau...

Yah seperti biasa, Mas Andra ingin berbagi sesuatu di pagi yang cerah ini, meskipun mentari belum menampakkan dirinya, dan sang fajar masih berusaha memanjat langit untuk mengawali pagi yang cerah nantinya...

Teman-teman sudah pernah belum mendengar tentang puasa Sya'ban?
Sudah?
Atau...
Belumkah...?

Oke, Andra berasumsi bahwa teman-teman belum tau, jadi Andra ingin berbagi ilmu mengenai puasa Sya'ban... Coba simak kutipan hadis berikut...

عَنْ ‏ ‏عَائِشَةَ ‏ ‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ‏ ‏قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ‏
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1956). Dan dalam riwayat Muslim No.1957 : “Adalah beliau shallallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam berpuasa pada bulan Sya’ban semuanya. Dan sedikit sekali beliau tidak berpuasa di bulan Sya’ban.”

Namun, timbul pertanyaan, apakah boleh melakukan puasa satu bulan penuh di Bulan Sya'ban?
Bersumber dari pesantrenvirtual.com , inilah jawabannya...
Bulan Sya'ban adalah bulan di saat Nabi Muhammad saw melakukan puasa sunnahnya yang terbanyak. Di bulan-bulan lain, Nabi tidak melakukan puasa (sunnah) sebanyak di bulan Sya'ban. Namun tak ada kejelasan, tepatnya berapa hari yang disunnahkan berpuasa.

Persoalan boleh atau tidak melakukan puasa sebulan penuh di bulan Sya'ban, itu boleh-boleh saja. Tidak ada dalil yang mengharamkan.

Hanya perlu diketahui ada perbedaan pendapat, antara yang memakruhkan puasa pada paruh kedua (setelah tanggal 15) Sya'ban, ada yang tidak. Perbedaan ini terjadi dikarenakan adanya 2 hadis yang berbeda. Kelompok yang memakruhkan menggunakan hadis: "Tiada puasa setelah separuh dari Sya'ban hingga masuk Ramadan."

Sementara yang tidak memakruhkan mendasarkan pada beberapa hadis (di antaranya):
Diriwayatkan dari Umi Salmah: "Saya tak pernah melihat Rasulullah puasa dua bulan berturut-turut kecuali di bulan Sya'ban dan Ramadan." Dalam redaksi lain: "Tidak pernah Rasulullah melakukan puasa sunnah sebulan penuh kecuali di bulan Sya'ban." (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah). Dan dalam redaksinya Ibnu Majah: "Nabi pernah puasa (penuh) di bulan Sya'ban dan Ramadan."

Demikianlah perbedaan itu muncul. Perlu diketahui juga, ada ulama yang menganggap dhaif hadis yang memakruhkan puasa di paruh kedua Sya'ban. Karena ada hadis lain lagi yang melarang puasa sehari-dua hari sebelum Ramadan. Ini tujuannya untuk menghindari hari "syak" (hari yang mendekati Ramadan, belum diketahui dengan jelas kapan akhir Sya'ban dan awal Ramadan).

Kembali ke persoalan semula, boleh-tidaknya berpuasa sebulan penuh di bulan Sya'ban, pendapat yang membolehkan lebih cocok diikuti. Ini dengan alasan:
  1. Ada hadis yang menunjukkan bolehnya puasa Sya'ban sebulan penuh (seperti tersebut di atas).
  2. Bahwasanya larangan puasa sehari-dua hari sebelum Ramadan itu untuk menghindari keragua-raguan. Karena pada hari-hari itu sudah dekat awal Ramadan. Padahal puasa Ramadan itu harus jelas niatnya: niat puasa Ramadan.
  3. Masa sekarang ini tidak ada kesulitan lagi untuk mengetahui awal bulan (atau akhir bulan) karena kecanggihan teknologi.
Jadi pada aslinya puasa sebulan penuh di Sya'ban itu tetap disunnahkan. Kalaupun sehari-dua hari di akhir Sya'ban itu tidak diperbolehkan, itu karena untuk menghindari ketidakjelasan. Dengan demikian, jika sudah tahu kapan awal Ramadan, maka tidak apa-apa melakukan puasa sampai akhir Sya'ban.

Bagaimana? Andra rasa sudah cukup jelas bukan?
Semoga dapat memberikan manfaat buat teman-teman semuanya... :D Aammiinn...
Daahhh... :D

Sumber : - http://alhikmah.web.id/
               - http://www.pesantrenvirtual.com/


Jumat, 30 Mei 2014

Hore... Hari ini JUM'AT, 1 SYA'BAN...

Guten Morgen... Selamat pagi semuanya... :D
Wah, kembali bersama Andra ya... Pagi ini, cuacanya cukup baik di kota ini, sedikit berawan dan sejuk sekali... Buat yang sudah bangun, bersegeralah mandi ya... Kan asyik tuh dingin-dingin udah mandi, biar syeger-syeger gitu... :D Buat yang belum bangun, ayo dong bangun... Jangan tidur terus, orang yang bangun pagi Insya Allah rezekinya baik... Aammiinn...

Coba tebak, hari ini hari apa.... :)
-_- ? O_o? Bukaaaaannn, bukan hari Jum'at... Ehh, iya sih bener hari Jum'at tapi hari ini adalah hari pertama di Bulan Sya'ban... WELCOME Sya'ban... :D Yeaaayyy... 
Wuiih, nggak terasa udah bulan Sya'ban ada ya... :D 28 hari lagu syudah bulan Romadhon...
Semoga kita masih diberi waktu ya, untuk menikmati bulan Romadhon... Aammiinn...

Ada apa di bulan Sya'ban?
Nih, Andra bagi tau ya.. :D
"Barang siapa yang mengagungkan bulan Sya’ban, bertakwa kepada Allah dan taat kepada-Nya, serta menahan diri dari perbuatan maksiat, maka Allah SWT mengampuni dosanya dan menyelamatkannya pada tahun itu dari segala macam bencana, dan dari bermacam-macam penyakit."
Sisi yang urgen direnung ulang memasuki bulan Sya’ban, yang  merupakan salah satu dari 12 bulan dalam penanggalan Islam, yang dalam sejarah kehidupan dan perjalanan agama Islam memiliki arti sangat penting karena pada bulan ini, banyak kejadian besar dan kebaikan terjadi di dalamnya.
Menurut Imam Ibnu Mandzur dalam Lisanul Arob, makna kata Sya’ban adalah dari lafadz ‘Sya’aba’ atau berarti ‘dhoharo’ (tampak) diantara dua bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadhan.
Sedangkan Menurut As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al Malikiy dalam kitab beliau ‘Madza fi Sya’ban’, dalam bulan Sya’ban ini ada kejadian-kejadian besar yang berkaitan erat dengan perjalanan hidup umat. Kejadian-kejadian tersebut diantaranya:

1.Pada Sya’ban, Allah berkenan untuk merubah arah kiblat umat Islam dari Masjidil Aqsho ke arah Masjidil Harom, yang sebelumnya tatkala umat Islam berada di Kota Madinah, jika melakukan shalat kiblatnya mengarah ke arah Baitul Maqdis. Apa yang mereka lakukan ini menjadi bahan cemoan orang-orang Yahudi di Kota Madinah. Mereka mengatakan, katanya Muhammad membawa risalah dan agama baru yang lengkap. Tapi ternyata kiblat mereka masih menggunakan kiblatnya orang Yahudi, yaitu Baitul Maqdis. Ucapan tersebut, bagi sebagian umat Islam yang baru masuk Islam dan sangat tipis imannya, sudah lebih dari cukup untuk memurtadkan mereka kembali. Sehingga kondisi ini menjadi pemikiran yang sangat mendalam bagi Nabi SAW. Karena itu, Nabi selalu berdoa dan sering melihat keatas berharap ada firman Allah, yang memberi solusi masalah ini. Kemudian tepatnya pada 15 Sya’ban, Allah berkenan memindah kiblat umat Islam menuju Masjidil Harom.

2.Pada bulan Sya’ban, segala amal manusia dalam jangka waktu satu tahun dilaporkan kehadirat Allah SWT. Sebagaimana hadits yang disampaikan sahabat Usamah bib Zaid ra. ; “Saya pernah berkata: Ya Rasulullah! Saya tidak melihat  Anda berpuasa penuh pada bulan lain, seperti puasa Anda di bulan Sya’ban ini? Beliau menjawab: Pada bulan ini adalah sebuah bulan yang banyak dilalaikan oleh umat manusia, dan dia berada diantara Rajab dan Ramadhan yang pada bulan tersebut seluruh amal manusia dilaporkan ke hadirat Allah, maka aku senang tatkala amal ibadahku dilaporkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasaiy).

3.Pada bulan ini, khususnya pada malam nisfu Sya’ban, Allah berkenan untuk menentukan umur manusia. Seperti dalam hadits Aisyah ra, yang pernah bertanya kepada Nabi SAW : Wahai Rasulullah, apakah bulan yang Anda paling sukai untuk melakukan puasa adalah bulan Sya’ban? Beliau menjawab: Sesungguhnya Allah pada bulan ini menetapkan setiap jiwa manusia yang akan mati pada satu tahun ke depan, maka aku senang tatkala ajalku tiba aku sedang dalam keadaan puasa.”
Karenanya, para ulama salaf kita pada malam nisfu Sya’ban setelah maghrib mengadakan acara khusus dengan membaca surah Yasin tiga kali, dengan niatan pertama, semoga dipanjangkan umur dalam ibadah kepada Allah. Kedua, dengan niatan semoga dijauhkan dari segala balak dan musibah. Ketiga, kita berdoa agar selalu diberi kecukupan dunia oleh Allah.
Selain itu, dianjurkan untuk memperbanyak bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, memperbanyak puasa sunnah, dan memperbanyak melakukan shalat malam, dengan iringan doa dan istighfar.

Yaaah... Itu saja dulu untuk pagi ini semoga bermanfaat buat kita semua... Aammiinn.. :D
Oke, jangan lupa ya... Postingan ini, akan ada lanjutannya... Jadi, patengin terus blog Mas Andra ya...
Daaaahhhh... :D

Sumber : http://zanadewiindra.blogspot.com/

Kamis, 29 Mei 2014

Tips Mempersiapkan SBMPTN

Halohaaa... :D Andra datang lagi untuk berbagi lagi, bukan hanya sekedar basa-basi namun ini asli sekali....
Dan lihatlah sebentar lagi, akan ada SBMPTN yang menghampiri, hari demi hari silih berganti, semakin dekat untuk menggapai mimpi... Namun, satu hal yang pasti... Perjuangan ini akan dihargai... Dan itu adalah pasti... :)

Wuiiihh.... Tinggal menghitung hari menuju SBMPTN ya Adik-adik semua... Pasti pada tambah giat belajar nih semuanya.... Ayo semangatnya dipupuk terus ya... Biar nanti bisa tumbuh dan dapat memetik hasilnya...
Oke, ini Andra punya beberapa tips yang Insya Allah bisa memberi inspirasi yang pasti untuk siswa-siswi yang sedang bergundah hati, namun hal itu akan terganti saat semua lulus SBMPTN nanti... :D


1. Membaca

Ini nih salah satu hal yang paling mudah dilakukan... Membaca buku... Eitss, tapi bukan buku komik, novel, roman, dll. ya... Buku yang dibaca adalah buku yang berhubungan dengan pelajaran yang akan diujikan di SBMPTN nanti... Seperti kata Malaikat Jibril, IQRAAA'!! :D So, Selalu membaca dimanapun dan kapanpun berada ya... Sambil "nabung" di toilet juga boleh... :v


2. Latihan Soal SBMPTN tahun lalu

Ada pepatah bilang, ala bisa karena biasa... Jadi, kalo kita terbiasa melakukan suatu hal, maka hal tersebut akan terasa mudah buat kita... Banyaklah berlatih soal-soal SBMPTN tahun lalu, karena kebanyakan soal-soalnya tidak berbeda terlalu jauh kok... :D Pengalaman Andra dulu sih, sampe ngerjain Soal Matematika SPMB juga.... -_- Ane mantan SBMPTN juga Gan, ane kagak diterima SNMPTN.. Curhat dikit gak papa yah... :/



3. Jagalah Pola Makan

Ini kelihatannya sepele, namun ternyata pola makan juga sangat mempengaruhi lhoo... :o Karena, saat adik-adik belajar buat mempersiapkan buat SBMPTN nantinya, otak adik-adik memerlupakan asupan energi lebih... Tubuh adik-adik juga memerlukan energi lebih... Sehingga, proses belajar pun aman dan nyaman jadinya.... Namun, makannya jangan sampe kekenyangan ya... :D Makanlah sebelum lapar, dan berhentilah sebelum kenyang...



4. Jaga Ibadah dan Berdo'a

Oh iya, yang paling dari semua itu adalah jangan lupa untuk beibadah dan berdo'a kepada Tuhan ya adik-adik... Memohonlah kepada Tuhan dengan cara berdo'a, agar nanti dipermudahkan dan dilapangkan pikirannya dalam Ujian SBMPTN nanti... Aammiinn.. :)





5. Enjoy Aja... ! :D

Ooops, sebentar lagi SBMPTN bukan berarti adik-adik harus belajar terus menerus ya... Adik-adik juga harus bergaul dengan dunia luar, jangan sampai adik-adik nantinya hanya "berkurung" terus di dalam kamar buat belajar SBMPTN... Hal itu juga nggak baik lho... :D Sekali-sekali bolehlah adik-adik keliling naik sepeda ke taman, atau nonton kartun Doraemon di hari Minggu, atau main gobak sodor sama teman-teman kompleks... :D

Yup! Itulah sedikit tips dari Mas Andra.... Semoga dapat membantu dan memberi pencerahan bagi adik-adik semuanya... :D
Daaaahhhh.... :)

Selamat dan Semangat

Selamat Siang Teman-teman semuanya...
Akhirnya, Andra bisa kembali menulis di blog ini... Setelah beberapa bulan vakum karena kesibukan yang cukup menyibukkan... -_-"
Maaf kalau terlambat, tapi Andra mau ngucapin SELAMAT kepada adik-adik SMA/SMK/MA yang telah lulus di SNMPTN... :D Jangan lupa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yaa... :D
Bagi Adik-adik yang belum lulus di SNMPTN, jangan khawatir... Masih banyak seribu satu cara untuk menembus PTN yang Adik-adik inginkan.... Salah satunya yaitu jalur SBMPTN... Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri...
Jenis seleksi yang ini nih (SBMPTN) adalah jalur ujian tulis... Jadi, adik-adik akan mengikuti ujian tulis sesuai dengan prodi yang adik-adik akan ambil dan diminati... :D
So, tetap Semangat ya buat SBMPTN... Rajin belajar... Dan jangan lupa berdo'a...
Semoga adik-adik yang memutuskan untuk berjuang dijalur SBMPTN memperoleh hasil yang maksimal dan  memuaskan... Aammiinn... :D