Laman

Selasa, 22 Oktober 2013

Manusia Menurut Al-Qur'an dan Tujuan Penciptaannya

Manusia adalah mahluk yang paling sempurna diciptakan oleh Allah SWT, mengapa demikian? Karena manusia itu mempunyai akal dan pikiran serta nafsu. Apabila manusia bisa menggunakan akal dan pikiran mereka dengan baik dan mengendalikan nafsu mereka serta taat kepada Allah dan menjauhi segala larangannya, maka sungguh beruntunglah manusia itu. Manusia pada pada dasarnya telah memiliki potensi taat terhadap Allah SWT, baik itu potensi internal dan eksternal.

1. Potensi Internal, adalah potensi yang terdapat dalam diri manusia sendiri. Maksudnya, pada diri manusia itu sebenarnya sudah tertanam bahwa diri mereka itu bertuhankan Allah SWT, semua hal tersebut ditanamkan pada tiap-tiap jiwa manusia. Seperti dijelaskan dalam Surah Al - 'Araf ayat ke 172.
 وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ
Artinya : Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", (Al -'Araf : 172)

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) uagama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,(Ar - Rum : 30)

2. Potensi eksternal, adalah potensi yang kita terima berasal dari luar pribadi kita. Misalnya oleh Orang tua dan lingkungan sekitar kita.

Potensi manusia untuk bertuhan juga tidak terlepas dari ajaran para rasul, karena tauhid adalah ajaran sentral semua rasul.

Manusia dalam Al-Qur'an memiliki beberapa sebutan yang semuanya berhubungan dengan sifat dan keadaan manusia. Berikut adalah beberapa sebutan tersebut :

1. Basyar --- Sebutan yang dihubungkan dengan sifat biologis manusia.

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖفَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
Artinya : Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (Al - Kahfi : 110)

2. Insan --- Sebutan mausia sebagia mahluk yang berilmu, berakal, berpikir dan amanah.
عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya : Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq : 5)
 
3. Annas --- Sebutan manusia sebagai mahluk sosial.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Al-Hujjurat : 13)

Selain manusia dalam Al-Qur'an, juga ada ciri-ciri manusia menurut Murtadha Muthari, yaitu :

1. Fisik sama dengan hewan.

2. Punya emosi yang bersifat etis, ingin selalu untung dan tak menginginkan rugi.

3. Memiliki perhatian terhadap keindahan.

4. Menyembah Tuhan.

5. Memiliki kekuatan yang berlipat ganda, karena mempunyai akal dan pikiran.

6. Mampu mengenal diri sendiri.

--- Eksistensi dan Martabat Manusia ---

Eksistensi adalah alasan keberadaan manusia sedangkan martabat adalah derajat yang dimilik oleh manusia. Berikut adalah ciri manusia yang bermartabat :

1. Mempunyai kelebihan dibandingkan mahluk yang lain.

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Artinya : Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.(Al-Isra : 70)

2. Memiliki penciptaan oleh Allah SWT yang sempurna.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
Artinya : sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.(At-Tiin : 4)

3. Manusia bermanfaat adalah manusia yang hidup dijalan Allah, jika tidak hidup di jalan Allah, maka manusia tersebut tidak bermanfaat.
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya : Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Al-An'am : 165)

4. Manusia memiliki karakteristik, yaitu aspek kreasi, ilmu, kehendak, dan akhlak.

5. Manusia yang hidup dengan ilmu selain Allah tidak bermanfaat bahkan lebih buruk dari hewan.

--- Tujuan Penciptaan Manusia oleh Allah ---
Tujuan utama diciptakannya manusia oleh Allah adalah untuk dijadikan sebagai khalifah di permukaan bumi, seperti firman Allah dalam surah Al-Faathir ayat ke 39.
هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ إِلَّا مَقْتًا ۖ وَلَا يَزِيدُ الْكَافِرِينَ كُفْرُهُمْ إِلَّا خَسَارًا
Artinya : Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.(Al-Fathir : 39)

Selain untuk dijadikan sebagai khalifah, manusia juga diciptakan untuk beribadah kepada Allah baik ibadah khusus maupun ibadah umum, seperti dirman Allah berikut ini :
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Artinya : Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.(Al-Fatihah : 5)

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(Adz-Zariyat : 56)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar